Selasa, 11 November 2014

PASAR BEBAS DAN PROTEKSI-TINJAUAN "NILAI LEBIH-MARX“



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat sertakarunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Pasar Bebas Dan Proteksi-Tinjauan "Nilai Lebih-Marx“”.
Makalah ini berisikan tentang informasi  Pasar Bebas Dan Proteksi-Tinjauan. Diharapkan Makalah ini dapat bermafaat bagi kita semua.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata,saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.





Lubuklinggau, 16 Maret 2014

Penyusun


Pajar Pamuji















DAFTAR ISI                                                                                                                        
KATA PENGANTAR                                                                                                        
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN 
  1. Perdagangan Luar Negeri                                                                                         5
  2. Proteksi Dan Pembatasan Perdagangan                                                                 7
  3. Globalisasi Dan Pertumbuhan Ekonomi                                                                  9
  4. Teorema Krisisi Ekonomi                                                                                          10
BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan                                                                                                                12

DAFTAR PUSTAKA                                                                                                          13


 
 BAB I
PENDAHUALUAN
Globalisasi ibarat pedang bermata dua, disatu sisi semakin terbukanya lalu lintas perdagangan, namun disisi lain semakin menjerumuskan Negara-negara yang notebene belum siap menghadapi persaingan dari globalisasi tersebut, dengan adanya proses integrasi ekonomi dunia dalam rangka persaingan ekonomi global, hingga setiap Negara baik mampu atau belum mampu diwajibkan membuka pasar domestiknya yang dilegalkan oleh lembaga-lembaga internasional seperti IMF, CGI, G7, WTO dll. Krisis ekonomi hingga saat ini juga tidak lepas dari proses keterbukaan pasa keuangan dunia, lalu lintas modal financial yang bergerak secara bebas hingga semua Negara terkena imbasnya.
Krisis ekonomi dunia yang kerap terjadi akhirnya menghadirkan wacana-wacana tentang proteksionisme ekonomi terhadap ekonomu liberal atau ekonomi global, dalam arti Negara membatasi laju arus interaksi ekonomi dengan memberlakukan regulasi-regulai yang muaranya adalah untuk memberlakukan stabilitas ekonomi dalam negeri. Kebijakan proteksi bisa mengambil wujud diberlakukannya pembatasan kuota, pemberian tariff tinggi bagi produk impor dan regulasi-regulasi yang sifatnya mengurangi bebasnya pelaku pasar untuk melakukan huku pembelian dan permintaan.
Tetapi secara dilematis Negara kita Indonesia memang masih bergantung kepada dunia luar hingga proteksi ekonomi itu kurang bisa diberlakukan, karena kita masih menajdi pasar atas produk-produk didunia dan ditambah lagi produk-produk dalam negeri kita yang biaya produksinya tinggi namun dengan kualitas yang seadanya. Hingga import dijadikan opsi alternative pemerintah yang dilakukan. Disatu sisi ketika kita membiarkan pasar kita terbuka lebar maka produk-produk asing yang notebene sudah disubsidi dari negaranya masing-masing bisa merajai dan mematikan produk local kita, seperti contoh Gula import dan bahkan Beras import lebih murah dari pada gula atau beras local kita dan dengan kualitas yang lebih baik disbanding produk yang dihasilkan oleh petani-petani kita, hingga akhirnya petani seperti menghadapi bom waktu yang dalam jangka panjang dapat gulung tikar karena tidak bisa bersaing dengan produk import tersebut.
Berdasarkan pengertian ilmu ekonomi, ilmu ekonomi internasional yang mempelajari alokasi sumber daya yang langka guna memenuhi kebutuhan manusia. Masalah alokasi dianalisa dalam hubungan antara pelaku ekonomi satu Negara dengan Negara lain. Hubungan ekonomi internasional ini dapat berupa perdagangan, investasi, pinjaman, bantuan serta kerja sama internasional.
Ekonomi internasional mencakup baik aspek mikro maupun makro. Aspek mikro misalnya menyangkut masalah jual beli secara internasional yang saling disebut dengan ekspor-impor. Kegiatan perdagangan internasional ini tergantung pada keadaan pasar hasil produksi maupun pasar faktor produksi yang merupakan salah satu topik dalam analisis ekonomi mikro. Masing-masing pasar saling berhubungan satu dengan lain yang dapat mempengaruhi pendapatan ataupun kesempatan kerja masalah ini merupakan topik makro.
Dapat ditarik kesimpulan dari uraian diatas adalah pada prinsifnya ada dua faktor yang menyebabkan timbulnya perdagangan internasional, yakni faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran


BAB II
PEMBAHASAN

PERDAGANGAN LUAR NEGERI, PROTEKSI, GLOBALISASI dan TEOREMA KRISIS EKONOMI
A. Perdagangan Luar Negeri
  1. Pengertian perdagangan luar negeri
Perdagangan luar negeri adalah perdagangan yang terjadi di luar negeri, kegiatan perdagangan luar negeri ini tergantung pada keadaan pasar hasil produksi maupun pasar faktor produksi, masing-masing pasar yang saling berhubungan satu dengan lain yang dapat mempengaruhi pendapatan ataupun kesempatan kerja.selain itu, permintaan akan sesuatu barang ditentukan oleh pendapatan kita dapat menduga bahwa ada hubungan antara pendapatan satu Negara dengan pembelian barang luar negeri (impor). Jika pendapatan naik, maka pembelian barang-barang dan jasa ( dari dalam Negeri maupun impor) dapat mengalami kenaikan ada 3 aspek dari peranan perdagangan luar negeri dalam perekonomian yaitu:
·         Keuntungan yang dapat di peroleh sesuatu Negara dari melakukan perdagangan luar negeri
·         Kebijakan membatasi perdagangan dan proteksi dalam perdagangan luar negeri
·         Mengenai globalisasi Berdagang dengan Negara lain kemungkinan dapat memperoleh keuntungan, yakni dapat membeli barang yang harganya lebih rendah dan mungkin dapat menjual keluar negeri dengan harga yang relative lebih tinggi. Perdagangan luar negeri sering timbul karena adanya perbedaan harga barang di berbagai Negara. Perbedaan harga inilah yang menjadi pangkal timbulnya perdagangan antar Negara. Dan perbedaan harga bukanlah hanya ditimbulkan oleh karena adanya perbedaan ongkos produksi, tetapi juga kaerna perbedaan dalam pendapatan serta selera permintaan akan sesuatu barang sangat ditentukan oleh selera dan pendapatan. Seleran dapat memainkan peranan penting dalam menentukan permintaan akan sesuatu barang antara berbagai Negara. Apabila persediaan suatu barang di satu Negara tidak cukup untuk memenuhi permintaan, Negara tersebut dapat mengimpor dari Negara lain.
Untuk suatu barang tertentu faktor selera dapat memegang peranan penting. Misalnya: mobil, rokok, pakaian, meskipun satu Negara tertetu telah dapat menghasilkan barang-barang tersebut, namun kemungkinan besar impor dari Negara lain dapat terjadi. Hal ini dikarenakan faktor selera, dimana penduduk Negara tersebut lebih menyukai barang-barang buatan Negara lain.
  1. Keuntungan melakukan perdagangan
Dua hal utama akan dijelaskan dalam bagian ini:
·         Pandangan para ahli ekonomi/mazhab di masa merkantalisme dan klasik mengenai sumbangan perdagangan luar negeri kepada masyarakat.
Ahli-ahli ekonomi yang tergolong dalam mazhab merkantilis yaitu ahli-ahli ekonomi yang hidup di sekitar abad keenam belas dan ketujuh belas, berpendapat bahwa perdagangan luar negeri merupakan sumber kekayaan untuk sesuatu Negara menurut mereka, suatu Negara dapat mempertinggi kekayaannya dengan cara menjual barang-barangnya keluar negeri.
Sesudah itu, ahli-ahli ekonomi klasik menganalisis dengan lebih mendalam lagi peranan perdagangan luar negeri dalam perekonomian. Misalnya, David Ricardo telah mengemukakan pandangan-pandangan yang lebih logis utuk menerangkan perluna perdagangan luar negeri dalam mengembangkan suatu perekonomian. Teori Ricardo, yang menerangkan mengenai keuntungan yang dapat diperoleh dari spesialisasi dan perdangangan, merupakan teori yang hingga sekarang menjadi dasar kepada teori perdagangan luar negeri. Berdasarkan kepada teori Ricardo tersebut, Negara-negara digalakkan menjalankan sistem perdagangan bebas/free trade. Yang dimaksudkan perdagangan bebas adalah sistem perdagangan luar negeri dimana setiap Negara melakukan perdagangan tanpa ada halangan perdagangan.
  1. keuntungan dari spesialisasi dengan menggunakan contoh angka
Telah dinyatakan bahwa dengan mengadakan spesialisasi dan selanjutnya melakukan perdagangan luar negeri, dua kepentingan penting akan diperoleh oleh setiap Negara, keuntungan itu adalah:
                                 a.         Faktor-faktor produksi akan dapat digunakan dengan lebih efisien.
                                 b.         Penduduk Negara itu akan dapat menikmati lebih banyak barang-barang.
Keuntungan akan diterangkan dalam bagian ini yaitu: Keuntungan mutlak dan keuntungan berbandingan Dalam menerangkan mengenai keuntungan yang diperoleh dari spesialisasi dan perdagangan luar negeri, dapat dibedakan diantara pengertian keuntungan mutlak dan keuntungan berbanding.
Keuntungan mutlak adalah keuntungan yang diperoleh oleh sesuatu Negara dari mengkhususkan kegiatannya kepada memproduksikan barang-barang dengan efisiensi yang lebih tinggi dari Negara-negara lain. Keuntungan berbanding dapat diartikan sebagai keuntungan yang diperoleh oleh suatu Negara dari mengkhususkan (melakukan spesialisasi) dalam memproduksikan barang-barang yang mempunyai harga relative yang lebih rendah dari Negara lain.
B. Proteksi dan Pembatasan Perdagangan
  1. Pengertian proteksi
Proteksi merupakan perlindungan dalam perdagangan atau industri. Tujuannya untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor. Hal ini, misalnya dapat dijalankan dengan tariff. Quota dan sebagainya.
Pengertian tarif adalah pembebanan pajak atau custom duties terhadap barang-barang yang melewati batas suatu Negara.
Tarif digolongkan menjadi:
                                 a.         Bea ekspor adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut manusia ke Negara lain.
                                 b.         Bea transito adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui wilayah suatu Negara dengan ketentuan bahwa barang tersebut sebagai tujuan akhirnya adalah Negara lain.
                                  c.         Bea impor adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam custom area suatu Negara dengan ketentuan bahwa Negara tersebut sebagai tujuan akhir.
Pengertian Quota adalah pembatasan jumlah pisik terhadap barang yang masuk (Quota impor) dan keluar (Quota ekspor).
Proteksi bisa berbentuk:
                                 a.         Pengenaan tarif
                                 b.         Quota
                                  c.         Pelarangan imor
Seandainya suatu Negara melarang impor barang A, maka industri dalam negeri yang memproduksikan atau merakit barang A akan memperoleh proteksi. Dalam hal ini proteksi bersifat mutlak bagi indiustri barang A dalam negeri.
                                 d.         Subsidi
Dengan adanya subsidi, produsen dalam negeri bisa menjual barangnya lebih murah, sehingga bisa bersaing dengan barang impor. Subsidi yang diberikan bisa dalam berbagai bentuk, misalnya:
1) Subsidi langsung berupa sejumlah uang tertentu
2) Subsidi per unit produksi.

    2. faktor-faktor yang mendorong proteksi
Dalam perdagangan luar negeri konsep proteksi berarti usaha-usaha pemerintah yang mematasi atau mengurangi jumlah barang yang diimpor dari Negara-negara lain denga tujuan untuk mencapai beberapa tujuan tertentu yang penting artinya dalam pembangunan Negara dan kemakmuran perekonomian Negara.
Ada beberapa tujuan penting dari proteksi:
                                 a.         Mengatasi masalah deflasi dan pengangguran.
                                 b.         Mendorong perkembangan industri baru
                                  c.         Mendiversifikasikan perekonomian
                                 d.         Menghindari kemerosotan industri-industri tertentu
                                 e.         Memperbaiki neraca pembayaran
                                  f.          Menghindari neraca pembayaran
                                 g.         Menghindari dumping
                                 h.         Menambah pendapatan pemerintah

  1. Alat pembatasan perdagangan
Proteksi dan pembatasan perdagangan adalah kebijakan. Kebijakan pemerintah dalam membatasi atau mengurangi barang-barang yang di impor. Halangan perdagangan dapat dibedakan kepada empat jenis: tarif dan pajak impor, kuota pembatasan impor. Hambatan perdagangan bukan tarif dan pembatasan penggunaan valauta asing.
C. Globalisasi dan Pertumbuhan Ekonomi
  1. Definisi Globalisasi
Adalah satu konsep yang sering dinyatakan orang pada masa ini, tetapi yang menyatakan dan mebahasnya mempunyai pengertian yang berbeda mengenai konsep tersebut. Globalisasi dapat didefinisikan sebagai peningkatan dalam saling ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi diantara berbagai Negara di Indonesia.
Untuk lebih memahami makna definisi perhatikan dua contoh saling ketergantungan dalam aspek ekonomi berikut: pertama, efek dari berlakunya kemunduran ekonomi di Amerika Serikat, Jepang dan Negara-negara Eropa, perkembangan investasi asing yang pesat dalam beberapa tahun belakangan ini dinegeri cina menimbulkan efek buruk kepada prosfek kerkembangan investasi asing dan pertumbuhan ekonomi di Negara-negara lain, seperti misalnya di Negara-negara Asia tenggara.
  1. faktor-faktor yang mewujudkan globalisasi
·         Perkembangan politik dunia
·         Semakin pentingnya praktek pasaran bebas
·         Perkembangan perusahaan multinasional
·         Berkembangnya investasi keuangan ke berbagai Negara
·         Kemajuan teknologi dalam bidang teknologi informasi dan pengangkutan
  1. kebaikan dan keburukan globalisasi
·         Kebaikan Globalisasi
Ø  Produksi dunia dapat ditingkatkan
Ø  Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara
Ø  Meluaskan pasa untuk hasil produksi dalam negeri
Ø  Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
Ø  Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
·         Keburukan Globalisasi
Ø  Menghambat pertumbuhan sector industri manafaktur
Ø  Memperburuk keadaan neraca pembayaran
Ø  Sector keuangan semakin tidak stabil
Ø  Memperbudak prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
D.Teorema Krisisi Ekonomi
  1. Teori marxisme tentang perubahan social
didalam suatu aktivitas proses produksi guna memenuhi kebutuhan manusia berhubungan dengan manusia lain. Karena proses produksi selalu merupakan hasil hubungan antar manusia, maka sifat produksi juga bersifat sosial. Saling hubung antar manusia dalam suatu proses produksi disebut juga hubungan sosial produksi. Hubungan sosial produksi bisa bersifat kerjasama ataupun penghisapan hal ini tergantung siapakah yang memiliki atau menguasai seluruh alat-alat produksi. Hubungan sosial produksi dan tenaga produktif (alat-alat produksi dan tenaga kerja) inilah kemudian membentuk suatu cara produksi dalam suatu masyarakat. Misalnya cara produksi komunal primitif, perbudakan, feodalisme, sosialisme, kapitalisme. Perubahan terjadi akibat berkembangnya tenaga produksi dalam suatu masyarakay yang akhirnya mendorong hubungan produksi lamatidak bisa dipertahankan lagi. Iniah hukum dasr sejarah masyrakat dan merupakan sumber utama dari semua perubahan sosial.
Dalam karyanya yang berjudul das capital, marx menuturkan tentang kasus bagaimana proses ketidakadilan terjadi dalam aspek ekonomi, analysis marx tertuju pada inti ketidakadlian yang tersembunyi dari hubungan masyarakat dalam system kapitalisme. Dalam bukunya das capital jilid I, marx menjelaskan tentang, hal yang tidak mengesankan dari system kapitalisme, yakni tentang komoditi sebagai pintu masuk untuk memahami keseluruhan system kapitalisme, menurut marx komoditi selain memiliki sifat kegunaan atau used valued juga mengandung exchange valued, yakni sifat untuk dijual belikan, exchange valued yang menjadi pusat penelitian marx menyangkut bagaimana nilai komoditi ditentukan dan apa dasarnya, dan marx menemukan bahwa prinsip masyarakat dalam mengatur dan menetapkan rasio tukar adalah berdasarkan pada kuantitas kerja buruh yang terkandung dalam komoditi, analisis marx yang akhirnya melahirka anggapan bahwa factor buruh adalah penentu exchange valued, yaitu buruh menjadi alat untuk mengukur nilai suatu komoditi. Atas dasar analisisnya marx menilai bahwa kapitalisme adalah sistem sosio-ekonomi yang dibangun untuk mencari keuntungan yang didapat dari proses produksi dagang, riba, memeras, ataupu mencuri secara langsung. Dengan cara mengorganisasikan mekanisme produksi seminim mungkin atau melalui suatu mode of production tertentu. mode of production menciptakan pasar untuk tenaga kerja, ketimabang hubungan manusia-tuan secara tradisional.
2. Teori Nilai Lebih
Didalam bukunya das kapital II, yang mana secara essensial dari buku das kapital jilid I – III marx mengkritik habis-habisan tentang teorema ekonomi liberal-kapitalistik. Dijelas kan oleh marx kelas buruh yang tidak memiliki alat produksi harus menjual tenaga kerjanya untuk mendapatkan upah guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
Jika menginduk dari teori kapitalis menurut marx upah yang dibayarkan oleh pihak perusahaan bukanlah berdasarkan dari berapa besar jumlah barang dan keuntunganyang diperoleh perusahaan. Misalnya saja seuah perusahaan besar (yang telah memperdagangkan sahamnya dipasar saham) sering mengumumkan keuntungan perusahaan/tahun. Tetapi darimanakah keuntungan ini didapat?
Contoh sederhana misalnyaseorang buruh pabrik garen dibayar 20.000 untuk kerja selama 8jam/hari. Dalam 8 jam kerja ia bisa menghasilkan 10 potong pakaian dari kain 30meter. Harga kain sebelum menjadi pakaian/meternya adalah 5000 atau 150.000/30meter kain. Sementara untuk biaya benang dan biaya lain-lain, dihitung 50.000/hari. Total biaya produksi adalah 20.000. tetapi pengusaha dapat menjual harga satu kainnya sebesar 50.000 untuk satu potong pakaian atau 500.000/10 potong pakaian dipasaran. Oleh karena itu kemudian keuntungan sebesar 500.000-220.000=280.000.
Jadi kerja 8jam/hari buruh garmen tadi telah menciptakan nilai baru sebesar 240.000. tetapi buruh hanya dibayar sebesar 20.000/hari. Sementara 220.000 menjadi milik pengusaha. Inilah yang disebut nilai lebih. Padahal jika dia dibayar 20.000seharunya buruh cukup bekerja kurang dari 1jam. Tetapi tetap sang buruh harus beerja 8jam karena ia telah disewa oleh pengusaha untuk bekerja selama 8jam. Jadi sebenarnya menurut marx buruh pabrik tersebut bekerja untuk dirinya sendiri adalah kurang dari 1jam dan menghasilkan upah 20.000. dan sisanya 7jam lebih mereka bekerja untuk pengusaha.





BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Perdagangan luar negeri merupakan perdagangan yang kegiatannya diluar negeri. Dalam konteks ini cara umum akan ditunjukan beberapa keuntungan dari perdagangan luar negeri dan secara spesifik dan dengan lebih terperici akan ditunjukkan keuntungan yang akan diperoleh dari spesialisasi, yaitu apabila kegiatan ekonomi Negara dikhususkan kepada memproduksi barang yang dapat bersaing di pasaran luar negeri.
Proteksi merupakan kebijakan perdagangan luar negeri yang dilakukan suatu Negara yang pada dasarnya menghambat kemasukan berbagai jenis barang impor dengan menggunakan berbagai alat untuk melaksanakan kebijakan perlindungan (proteksi) seperti pajak impor (tarif), kuota dan hambatan bukan tarif.
Globalisasi merupakan pengertian dalam saling ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi diantara berbagai Negara dari dunia. Dan globalisasi menurut definisi saya adalah hilangnya batas antar negara, dalam artian bukan negara dalam arti teritorial tetapi hilangnya hambatan terhadap transaksi, baik modal maupun barang. Dan jelas hal ini akan berimplikasi pada hilangnya tanggung jawab negara terhadap rakyat karena segala sesuatu akhirnya diserahkan pada mekanisme pasar.
Seharusnya sebuah kebijakan proteksi pasar dalam setiap Negara harus diikuti oleh daya saing produk dalam negerinya, semisal jepang, memproteksi beras petaninya hingga 400%, sedangkan amerika melindungi produk kedelainya hingga 200%, disamping itu Negara-negara tersebut memberikan subsidi bagi produk-produk dalam negerinya untuk dapat bersaing dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, hingga hasilnya terlihat dengan perputaran roda ekonomi yang berjalan, karena dengan pendapatan akan memaci laju investasi, dan dengan adanya laju investasi maka perusahaan akan terus berjalan, kemudian dengan perusahaan yang berjalan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan yang akhirnya bisa menekan konflik social.





DAFTAR PUSTAKA
Germada (gerakan mahasiswa dan pemuda), Pelatihan dasar dan organisasi I, Yogyakarta; Germada, 2005 Habermas jurgen, Krisis Legitimasi, Yogyakarta; Qalam Yogyakarta, 2004.
Hatta Mohammad, Beberapa Fasal Ekonomi, Jakarta; perpustakaan perguruan kementrian P.P. dan K. jakarta, 1954 Isaak A Robert, Dr, Ekonomi Politik Internasional,Yogyakarta; Tiara Wacana Yogya, 1995 Mansour fakih, Runtuhya teori pembangunan dan globalisasi, Yogyakarta; insist press, 2003. Nopirin, Ph.D, Ekonomi Internasional, Yogyakarta; BPFE-Yogyakarta, 1997 Sadono Sukirno, Makro Ekonomi Teori Pengantar, Jakarta; PT Raja Grafindo Persada, 2008

Kamis, 27 Maret 2014

daftar websaite loker pemerintah dan BUMN, dll


https://rekrut.kereta-api.co.id/ (KERETA API)
http://www.menpan.go.id/ (menpan)
http://cpns.dephub.go.id/ (perhubungn)
https://e-cpns.kemlu.go.id/ (luar)
http://kepegawaian.kemsos.go.id/welcome/ (kemsos)
http://penerimaan.polri.go.id/user/form_registrasi_brig.php?kat=3 (polisi)

makalah ekonomi pembangunan


NAMA             : PAJAR PAMUJI
NIM                 : 123.01.134P
Pembangunan Ekonimi adalah serangkaian usaha dalam suatu perekonomian untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dengan membangun infrastruktur teknologi pendidikan yang semakin meningkat. Pembangunan ekonomi tdk bisa lepas dari pertumbuhan ekonomi.
Yang di maksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan produksi suatu perekonomian yang diwujud kan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. suatu negara di katakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan PNB rill di negara tersebut.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi,namun pada hakikat faktor-faktor tersebut di kelompokan menjadi du kelompok,yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekponomi.
1.      faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
> sumber daya alam
> sumber daya manusia
> sumber daya modal
> dan keahlian dan kewirausahaan
Sumber daya alam meliputi kesuburan tanah,iklim/cuaca,hasil tambang,hasil laut.sementara keahlian dan kewirausahaan berperan sebagi orang yang mengolah bahan-bahan mentah dari alam.sumber daya manusia berpengaruh menentukan pembangunan nasional melalui jumlah kualitas penduduk. jumlah peduduk yang besar merupakan pasar yang ber potensiv memasar kan hasil produksi,sumber daya modal berupa barang-barang modal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal dapat meningkatkan produktifitas.
2.      faktor nonekonomi meliputi:
>sosial kultur yang ada di masyarkat
>keadaan politik,dan sistem yang berkembang dan berlaku


Pembangunan ekonomi yang dilaksanakan bangsa Indonesia meliputi seluruh aspek perekonomian masyarakat, baik kehidupan masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan, dengan tujuan utama mempebaiki dan meningkatkan taraf hidup seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan ekonomi tersebut dilaksanakan dengan menitikberatkan pada upaya pertumbuhan sektor ekonomi dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki, baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.
Agar pelaksanaan pembangunan ekonomi dapat menyentuh seluruh aspek perekonomian masyarakat dan pemerataan hasil-hasilnya, maka pemerintah mengeluarkan beberapa arah kebijaksanaan pembangunan di bidang ekonomi.
Pertumbuhan PDB Indonesia per Kuartal 2008-2013
Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan terendah dalam 4 tahun pada kuartal ketiga tahun ini seiring dengan pelemahan ekspor dan lesunya tingkat permintaan domestik. PDB kuartal ketiga (Juli-September) 2013 tumbuh 5,62%, turun dari 5,8% di kuartal kedua. Pelemahan ekspor terjadi akibat turunnya permintaan dari negara-negara tujuan utama ekspor serta penurunan harga komoditas. Sementara tingkat permintaan domestik terimbas kenaikan harga BBM dan tingkat suku bunga. Kenaikan harga bensin premium sebesar 44% dan solar sebesar 22% di pertengahan tahun ini mengakibatkan kenaikan ongkos transportasi dan tarif listrik. Di bulan September, Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia dari sebelumnya 5,8-6,2% menjadi 5,5-5,9%.
http://www.kopsyahirsyady.com/images/tabel%204.5%20dan%204.6.JPG

Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Telah Naik 175 bps Sejak Mei 2013
Seperti negara-negara berkembang lainnya, Indonesia juga terpukul akibat keluarnya dana investor seiring dengan meningkatnya ekspektasi bahwa U.S. Federal Reserve akan mulai mengurangi pelonggaran kuantitatifnya dan kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang selama ini diperkirakan. Khusus mengenai Indonesia, aliran dana asing keluar dipicu oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia serta melebarnya defisit transaksi berjalan (current account deficit), yang pada gilirannya telah membuat Rupiah terdepresiasi cukup tajam tahun ini. Data kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar USD terhadap Rupiah per 31 Des 2012 adalah 9.670 sementara per 22 November 2013 mencapai 11.706, sehingga dengan demikian YTD 2013 Rupiah telah terdepresiasi sekitar 21%.
Aksi Bank Indonesia yang secara agresif menaikkan suku bunga diharapkan dapat meredam impor dan mempertahankan nilai tukar Rupiah. Sejak Mei 2013 tercatat Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebanyak 5 kali dengan total kenaikan 175 basis poin:
Neraca perdagangan Indonesia (US$ milyar)

Tahun ini Bank Indonesia juga telah menandatangani perjanjian kerjasama bilateral swap (Bilateral Currency Swap Arrangement/BCSA) dengan 3 bank sentral senilai total US$37 milyar: PBOC China (US$15 milyar), Bank of Korea (US$10 milyar) dan Bank of Japan (US$12 milyar). Dalam siaran persnya, Bank Indonesia menyatakan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat membantu stabilisasi pasar keuangan serta memperkuat kerjasama ekonomi dan keuangan bilateral dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Saat ini penulis menilai bahwa isu makroekonomi yang paling penting adalah seputar defisit transaksi berjalan. Indonesia telah mengalami defisit transaksi berjalan selama 8 kuartal berturut-turut, mulai dari kuartal keempat 2011. Meski defisit transaksi berjalan yang pada kuartal kedua 2013 sebesar 4,4% dari PDB telah menyempit menjadi 3,8% dari PDB di kuartal ketiga 2013, namun besaran ini masih belum dapat memperbaiki sentimen pasar terhadap Indonesia. Idealnya, defisit transaksi berjalan dapat dijaga di level maksimum 3% dari PDB. Menteri Keuangan Chatib Basri awal bulan November 2013 mengatakan bahwa defisit transaksi berjalan bisa ditekan hingga 3,3-3,5% dari PDB, seiring dengan berkurangnya impor akibat pelemahan permintaan konsumen.
Jika menilik komponennya, sektor migas masih merupakan penyumbang terbesar defisit transaksi berjalan. Data neraca perdagangan menunjukkan bahwa defisit neraca perdagangan migass pada kuartal ketiga 2013 adalah sebesar US$5,856 milyar, melebar dibandingkan posisi defisit di kuartal kedua sebesar US$5,294 milyar. Untuk itu perlu kebijakan pemerintah yang tanggap untuk mengatasi ketergantungan pada impor migas. Sayangnya sampai tulisan ini dibuat, kebijakan pemerintah per 22 Agustus 2013 - antara lain berupa konversi ke biodiesel - masih belum terealisasikan.
Laju Inflasi Bulanan Indonesia 2013
Terkait pengurangan subsidi BBM yang berujung pada kenaikan harga BBM di pertengahan tahun, laju inflasi Indonesia naik cukup signifikan tahun ini yaitu sebesar 7,66% sejak awal tahun. Meski demikian, puncak inflasi telah terlihat, di mana dengan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi sudah tercermin dalam inflasi Jun 2013 - Aug 2013 dan harga pangan mulai turun, para ekonom memperkirakan inflasi akan kembali ke pola normalnya dalam beberapa bulan ke depan, kembali ke kisaran target inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 3,5-5,5%.
Grafik 5: Laju Inflasi Tahunan Indonesia (%)
http://www.portalreksadana.com/files/u1/mnwiria_catatan_akhir_tahun_makroekonomi_2013_grafik5.png
* target pemerintah

Sumber: Biro Pusat Statistik dan APBN 2014, dimuat di Kontan Edisi Khusus November 2013.
Meskipun tahun depan adalah tahun politik bagi Indonesia sehubungan dengan akan diadakannya pemilihan umum legislatif dan presiden, namun banyak kalangan menilai kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia tidak akan signifikan. Bank Indonesia memprediksi bahwa kontribusi pemilu 2014 terhadap pertumbuhan ekonomi hanyalah 0,13-0,19% (vs. 0,23-0,26% pada pemilu 2009). Hal ini dikarenakan jumlah partai politik dan jumlah calon legislatif di pemilu 2014 akan lebih sedikit dibandingkan dengan pada pemilu 2009. Pada pemilu 2014 nanti jumlah calon legislatif adalah 100% jumlah kursi di DPR, sedangkan pada pemilu 2009 sebesar 120%. Jumlah partai politik peserta pemilu pun berkurang drastis dari 38 pada pemilu 2009 menjadi 12 pada pemilu 2014 nanti.
Kesimpulan

  • Setelah krisis finansial global di tahun 2008, perekonomian dunia belum menunjukkan laju pertumbuhan yang berarti. Bahkan, laporan World Economic Outlook terbarunya yang dirilis di bulan Oktober 2013, International Monetary Fund (IMF) merevisi turun tingkat pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2013 menjadi 2,9% untuk tahun 2013 dan 3,6% untuk tahun 2014 dari proyeksi sebelumnya di bulan Juli 2013 sebesar masing-masing 3,2% dan 3,8%.
  • Memasuki tahun 2014, Amerika Serikat diperkirakan akan mulai tumbuh meski tidak agresif. Beberapa indikator makroekonomi Amerika Serikat juga sudah menunjukkan perbaikan, meski belum semuanya kuat.
  • Pertumbuhan ekonomi sudah mulai nampak di zona Euro namun masih sangat lemah. Angka pengangguran juga sangat tinggi dan ketegangan sosial-politik masih menghambat momentum reformasi di sana. Ke depannya, langkah-langkah untuk mengembalikan kesehatan sektor finansial dan memperkuat infrastruktur keuangan sangat penting bagi stabilitas finansial dan guna mendukung pemulihan ekonomi. Lebih lanjut, dukungan untuk menaikkan tingkat permintaan dalam jangka pendek serta reformasi struktural secara lebih mendalam diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan potensi output guna pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
  • Meski program stimulus Abenomics di Jepang telah membantu melemahkan nilai tukar yen sehingga meningkatkan daya saing Jepang untuk ekspor, namun masih banyak masalah struktural yang belum bisa sepenuhnya diatasi.
  • Meski banyak kalangan belakangan ini mengkhawatirkan perekonomian China akan mengalami hard landing di tahun depan, namun kemungkinan kecil terjadi mengingat China memiliki ketahanan ekonomi yang tangguh. Bahkan tahun depan pemerintah China sepertinya sengaja mengerem laku pertumbuhan ekonominya untuk mencegah overheating yang menciptakan gelembung aset (asset bubble) terutama di sektor properti. Lebih lanjut Kongres Partai Komunis yang baru berakhir tanggal 15 November lalu menetapkan serangkaian program reformasi ekonomi dan sosial yang boleh dikatakan paling berani dalam 3 dekade terakhir.
  • Meskipun data makroekonomi Indonesia akhir-akhir ini tercatat lemah, penulis memperkirakan perbaikan di masa mendatang. Defisit neraca perdagangan diperkirakan menurun dalam beberapa bulan ke depan ditengarai pelemahan mata uang, serta harga BBM dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi.
  • Inflasi di Indonesia diperkirakan akan stabil seiring dengan turunnya harga bahan pangan mentah yang akan menjaga inflasi tetap rendah selama beberapa bulan ke depan.
  • Meskipun tahun depan adalah tahun politik bagi Indonesia sehubungan dengan akan diadakannya pemilihan umum legislatif dan presiden, namun banyak kalangan menilai kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia tidak akan signifikan. Hal ini dikarenakan jumlah partai politik dan jumlah calon legislatif di pemilu 2014 akan lebih sedikit dibandingkan dengan pada pemilu 2009.